Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

15

Sep

Tom Yum: Lebih dari Sup Pedas, Ini Cerita Kuliner Thailand

Kalau mendengar kuliner Thailand, salah satu makanan yang langsung terbayang mungkin adalah semangkuk sup berwarna kemerahan dengan udang, cabai, dan aroma serai yang kuat.

Namanya Tom Yum.

Rasa asam, pedas, asin, dan aroma rempahnya membuat sup ini mudah dikenali bahkan sebelum suapan pertama. Tapi Tom Yum sebenarnya bukan cuma tentang rasa pedas. Di balik semangkuk sup ini ada cerita tentang masyarakat Thailand, bahan-bahan lokal, tradisi keluarga, sampai hubungan manusia dengan lingkungan.

Bahkan, salah satu versinya, Tom Yum Kung, resmi masuk dalam Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity UNESCO pada 2024.

Apa Arti Nama Tom Yum?

Nama Tom Yum berasal dari dua kata dalam bahasa Thailand.

“Tom” merujuk pada proses merebus, sedangkan “Yum” berkaitan dengan campuran rasa dan bumbu yang memberikan karakter asam dan pedas.

Sementara itu, kalau menggunakan kata “Kung”, artinya udang atau prawn.

Jadi, Tom Yum Kung secara sederhana bisa dipahami sebagai sup udang dengan karakter rasa pedas dan asam.

Meski sekarang dikenal dalam berbagai versi, Tom Yum sendiri bukan satu resep yang hanya memiliki satu bentuk. Ada Tom Yum dengan ikan, ayam, seafood, jamur, hingga versi dengan kuah bening dan kuah yang lebih creamy.

Kenapa Rasanya Bisa Begitu Kuat?

Salah satu hal yang membuat Tom Yum mudah dikenali adalah penggunaan berbagai tanaman aromatik.

Serai, daun jeruk purut, lengkuas, bawang merah, cabai, jeruk nipis, dan daun ketumbar menjadi bagian penting dalam banyak versi Tom Yum Kung. Bahan-bahan tersebut menghasilkan aroma yang kuat sekaligus memberikan lapisan rasa yang berbeda.

Menariknya, rasa Tom Yum bukan hanya tentang pedas.

Ada rasa asam dari jeruk nipis, asin dari fish sauce, aroma segar dari berbagai rempah, serta rasa manis alami dari udang. Semua rasa tersebut bertemu dalam satu mangkuk.

Itulah kenapa Tom Yum sering dianggap mewakili karakter masakan Thailand yang berani memainkan rasa yang kontras tetapi tetap seimbang.

Tom Yum Kung Berasal dari Mana?

Tom Yum Kung memiliki hubungan erat dengan masyarakat yang tinggal di kawasan sungai di dataran tengah Thailand.

Wilayah ini memiliki sungai dan jaringan kanal yang menyediakan berbagai sumber makanan, termasuk udang air tawar. Masyarakat di kawasan tersebut kemudian memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar untuk kebutuhan sehari-hari.

Menurut UNESCO, Tom Yum Kung berkembang di tengah komunitas Buddha di kawasan dataran tengah Thailand. Masyarakat setempat memiliki pengetahuan tentang tanaman herbal dan sumber daya alam di sekitar mereka, yang kemudian ikut membentuk cara memasak hidangan tersebut.

Jadi, Tom Yum Kung tidak muncul begitu saja sebagai makanan restoran.

Ada hubungan antara sungai, bahan makanan, pengetahuan lokal, dan kehidupan masyarakat yang ikut membentuk hidangan tersebut.

Kenapa Udang Jadi Bagian Penting?

Tom Yum bisa dibuat menggunakan berbagai bahan utama, tetapi Tom Yum Kung memiliki karakter yang sangat kuat karena menggunakan udang.

Bagi masyarakat di kawasan sungai Thailand, udang air tawar merupakan salah satu sumber makanan yang mudah ditemukan. UNESCO mencatat bahwa ketersediaan udang tersebut ikut berperan dalam perkembangan Tom Yum Kung.

Hal ini juga menunjukkan bagaimana makanan tradisional sering kali terbentuk dari kondisi lingkungan.

Masyarakat tidak selalu membuat makanan berdasarkan tren. Mereka menggunakan apa yang tersedia di sekitar mereka, kemudian mengembangkan cara memasaknya sampai menjadi bagian dari kebiasaan.

Ada Tom Yum Kuah Bening dan Creamy

Kalau pernah melihat Tom Yum dengan kuah yang berbeda, itu bukan berarti salah satunya bukan Tom Yum.

Secara umum, ada versi nam sai, yaitu kuah bening, dan nam khon, yaitu versi yang lebih creamy.

Nam sai biasanya terasa lebih ringan dan menonjolkan rasa asam, pedas, serta aroma rempah. Sementara nam khon memiliki tekstur lebih kaya karena menggunakan tambahan seperti susu evaporasi atau bahan lain sesuai resep yang digunakan.

Keduanya tetap membawa karakter dasar Tom Yum, tetapi memberikan pengalaman rasa yang berbeda.

Bukan Cuma Makanan, tapi Pengetahuan yang Diwariskan

Hal menarik lainnya adalah cara pengetahuan tentang Tom Yum Kung diwariskan.

UNESCO mencatat bahwa keterampilan memilih bahan, mengolah rempah, memasak, hingga pengetahuan mengenai lingkungan diturunkan secara lisan dalam keluarga dan berbagai kegiatan sosial maupun budaya. Sekarang pengetahuan tersebut juga diteruskan melalui restoran, organisasi, sekolah, dan universitas.

Artinya, yang dianggap sebagai warisan bukan hanya semangkuk Tom Yum Kung.

Yang ikut dijaga adalah pengetahuan tentang bagaimana makanan tersebut dibuat dan bagaimana masyarakat memahami bahan-bahan yang ada di lingkungan mereka.

Dari Dapur Thailand ke Dunia

Popularitas Tom Yum sekarang sudah jauh melewati Thailand.

Makanan ini bisa ditemukan di restoran Thailand di berbagai negara, dari restoran sederhana sampai restoran fine dining. Bahkan Tom Yum sudah mengalami banyak adaptasi dan digunakan sebagai inspirasi untuk berbagai makanan modern.

Namun, popularitas internasional tersebut tidak menghilangkan akar budayanya.

Di Thailand sendiri, Tom Yum tetap bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun restoran dan tempat makan lokal. Tourism Authority of Thailand juga menempatkan Tom Yum Kung sebagai salah satu makanan yang patut dicoba ketika menjelajahi kuliner Thailand.

Kenapa Tom Yum Bisa Jadi Ikon Thailand?

Jawabannya mungkin karena Tom Yum berhasil membawa banyak karakter Thailand dalam satu mangkuk.

Ada bahan lokal, rempah aromatik, rasa yang kuat, pemanfaatan sumber daya alam, serta kebiasaan memasak yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Jadi, ketika menikmati Tom Yum, sebenarnya kita tidak hanya sedang mencicipi sup pedas.

Ada cerita tentang masyarakat yang hidup dekat sungai, bahan-bahan yang tumbuh di sekitar rumah, pengetahuan tentang rempah, dan kebiasaan makan yang terus diwariskan.

Pengakuan UNESCO pada 2024 semakin menunjukkan bahwa makanan tradisional bisa menjadi bagian penting dari identitas budaya sebuah negara.

Pada akhirnya, mungkin itulah yang membuat Tom Yum begitu menarik.

Rasanya bisa berubah sesuai resep dan daerah, tetapi cerita di baliknya tetap membawa satu hal yang sama: bagaimana makanan menjadi bagian dari kehidupan dan budaya masyarakat Thailand.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS