Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Solusinya bukan sekadar melipat pakaian lebih kecil. Dengan strategi packing yang tepat, satu koper bisa digunakan untuk kebutuhan beberapa anggota keluarga tanpa berubah menjadi “lemari berjalan”.
Kesalahan yang sering terjadi adalah langsung membuka koper lalu memasukkan barang satu per satu.
Sebelum packing, buat daftar berdasarkan anggota keluarga dan jumlah hari perjalanan. Tentukan pakaian yang benar-benar diperlukan, kemudian tambahkan sedikit cadangan untuk kondisi tidak terduga.
Untuk perjalanan lima hari, misalnya, tidak berarti setiap orang harus membawa lima set pakaian lengkap. Beberapa pakaian bisa dipadukan sehingga satu item digunakan untuk beberapa kombinasi.
Prinsipnya sederhana: bawa yang akan dipakai, bukan yang mungkin ingin dipakai.
Kalau seluruh pakaian langsung dimasukkan ke koper, mencari baju anak di hari ketiga bisa berubah menjadi operasi pencarian harta karun.
Packing cube membantu membagi koper berdasarkan kategori. Misalnya, satu cube untuk pakaian ibu, satu untuk ayah, satu untuk anak, dan satu khusus pakaian dalam atau piyama.
Kalau tidak memiliki packing cube, gunakan pouch atau tas kain yang sudah ada di rumah. Yang penting, setiap kelompok barang memiliki tempatnya sendiri.
Cara ini juga membuat seluruh isi koper lebih mudah dipindahkan tanpa harus membongkar semuanya.
Teknik menggulung pakaian bisa membantu memanfaatkan ruang, terutama untuk kaus, celana pendek, pakaian anak, dan pakaian berbahan ringan.
Sementara itu, pakaian yang mudah kusut seperti kemeja atau dress bisa dilipat dengan lebih rapi dan ditempatkan di bagian atas.
Jangan terlalu fokus membuat semua pakaian berbentuk sekecil mungkin. Packing yang baik bukan tentang membuat koper sepadat mungkin, tetapi memanfaatkan ruang tanpa membuat barang sulit diambil.
Ini salah satu trik yang cukup membantu saat traveling bersama anak.
Daripada memasukkan sepuluh kaus dan lima celana secara terpisah, buat beberapa set pakaian yang sudah siap digunakan. Celana, atasan, dan pakaian dalam bisa dikelompokkan menjadi satu paket.
Untuk anak, cara ini juga menghemat waktu saat pagi hari. Tinggal ambil satu set tanpa perlu mengacak-acak koper.
Bonusnya, orang tua tidak perlu mendengar kalimat legendaris: “Bajunya mana?” setiap pagi.
Koper sebenarnya punya banyak ruang yang sering tidak dimanfaatkan.
Masukkan kaus kaki ke dalam sepatu. Gunakan bagian dalam sepatu untuk menyimpan barang kecil yang bersih dan tidak mudah rusak. Letakkan pakaian dalam ruang kosong di antara tumpukan pakaian.
Namun, sepatu sebaiknya dimasukkan ke dalam kantong tersendiri agar solnya tidak bersentuhan langsung dengan pakaian.
Untuk perjalanan keluarga, membawa produk dalam kemasan besar bisa menghabiskan ruang dengan cepat.
Jika memungkinkan, pindahkan produk seperti sampo, sabun, atau skincare ke wadah travel-size. Pisahkan cairan dalam pouch kedap air agar kalau ada kebocoran, pakaian tidak ikut menjadi korban.
Untuk keluarga dengan anak kecil, prioritaskan perlengkapan yang memang spesifik dibutuhkan anak dan sulit dicari di tempat tujuan.
Tidak semua barang harus memiliki versi masing-masing.
Charger, adaptor, hair dryer, kotak P3K, sunscreen keluarga, atau perlengkapan hiburan anak bisa ditempatkan dalam satu pouch bersama.
Ini mengurangi duplikasi barang dan membuat koper lebih efisien.
Kalau setiap anggota keluarga membawa charger sendiri, misalnya, ruang koper bisa habis hanya untuk barang yang sebenarnya bisa digunakan bersama.
Satu koper untuk keluarga memang praktis, tetapi jangan semua barang dimasukkan ke sana.
Dokumen perjalanan, obat yang dibutuhkan selama perjalanan, barang berharga, gadget, charger penting, dan kebutuhan anak selama perjalanan sebaiknya berada di tas kabin.
Dengan begitu, keluarga tetap punya akses ke barang penting tanpa harus membuka koper utama.
Ini bagian yang sering dilupakan.
Jangan packing sampai koper sudah penuh sejak berangkat. Sisakan ruang untuk pakaian kotor dan oleh-oleh ketika pulang.
Kalau koper berangkat sudah penuh sesak, pilihan saat pulang biasanya cuma dua: duduk di atas koper atau membeli koper baru.
Packing keluarga sebenarnya bukan kompetisi memasukkan barang sebanyak mungkin ke dalam satu koper.
Kuncinya ada pada mengurangi barang yang tidak perlu, mengelompokkan kebutuhan, memanfaatkan ruang kosong, dan membuat barang mudah ditemukan.
Dengan sistem seperti ini, satu koper bisa menampung kebutuhan beberapa anggota keluarga tanpa membuat proses traveling terasa lebih ribet.
Karena tujuan packing bukan membawa seluruh isi rumah saat liburan. Tujuannya adalah membawa cukup barang untuk membuat perjalanan tetap nyaman.
Info lebih lengkap mengenai WISATA JAWA BARAT Khususnya BANDUNG, bisa kunjungi tourbandung.co.id atau hubungi Whatsapp dan E-Mail kami
Comments