Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

15

Sep

Panduan Naik Pesawat Pertama Kali dengan Balita: Biar Perjalanan Nggak Jadi Drama

Kabar baiknya, sebagian besar drama bisa dikurangi dengan persiapan sederhana. Kuncinya bukan membuat anak selalu tenang, tetapi membuat orang tua siap menghadapi beberapa kemungkinan selama perjalanan.

Siapkan Dokumen Sebelum Berangkat

Untuk penerbangan internasional, jangan menunggu sampai di bandara untuk mengecek dokumen anak.

Pastikan paspor anak masih berlaku dan periksa apakah negara tujuan membutuhkan visa, izin masuk, atau dokumen tambahan. Persyaratan perjalanan dapat berbeda berdasarkan kewarganegaraan, negara tujuan, hingga usia anak. IATA menyediakan Travel Centre yang bisa digunakan untuk mengecek persyaratan paspor, visa, dan kesehatan terbaru.

Simpan dokumen keluarga di satu tempat yang mudah diambil. Untuk orang tua yang membawa balita, ini jauh lebih praktis daripada harus membongkar tas setiap kali petugas meminta paspor.

Imigrasi: Jangan Menunggu Sampai Anak Rewel

Bagian imigrasi sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penumpang lain, tetapi membawa balita membuat prosesnya perlu sedikit lebih terencana.

Sebelum masuk antrean, pastikan anak sudah makan, minum, atau menggunakan toilet jika memang diperlukan. Dokumen juga sebaiknya sudah berada di tangan orang tua, bukan tersimpan di bagian paling bawah tas.

Saat pemeriksaan, jawab pertanyaan petugas dengan singkat dan jelas. Untuk perjalanan keluarga, biasanya informasi yang perlu dipastikan berkaitan dengan tujuan perjalanan, lama tinggal, serta tempat menginap.

Kalau anak mulai bosan, jangan mengeluarkan semua mainan sekaligus. Sisakan beberapa benda kecil sebagai “cadangan hiburan” ketika antrean mulai terasa lama.

Telinga Sakit Saat Take-off dan Landing

Ini salah satu hal yang paling sering membuat orang tua khawatir.

Perubahan tekanan udara saat pesawat naik dan terutama ketika turun menuju pendaratan dapat membuat telinga anak terasa tidak nyaman. Pada anak kecil, mereka belum tentu bisa menjelaskan rasa tersebut sehingga responsnya bisa berupa menangis atau rewel.

Salah satu cara sederhana adalah membuat anak menelan atau mengisap sesuatu saat fase take-off dan descent.

Untuk bayi, menyusu atau minum dari botol bisa membantu. Balita bisa diberikan air minum menggunakan sedotan atau minuman yang memang biasa mereka konsumsi. Untuk anak yang sudah cukup besar, mengunyah permen karet juga bisa menjadi pilihan.

Yang perlu diperhatikan, keluhan telinga tidak hanya bisa terjadi ketika pesawat lepas landas. Justru fase turun menjelang landing sering menjadi momen yang lebih terasa.

Kalau anak sedang mengalami infeksi telinga atau baru menjalani operasi telinga, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter anak sebelum terbang.

Pilih Kursi dengan Memikirkan Aktivitas Anak

Kursi bukan sekadar soal siapa duduk di dekat jendela.

Untuk keluarga dengan balita, kursi dekat jendela bisa memberikan ruang visual yang menarik sekaligus mengurangi risiko anak terkena troli makanan atau barang yang melintas di lorong. American Academy of Pediatrics juga menyarankan anak duduk berdekatan dengan orang dewasa yang mendampinginya.

Namun, kebutuhan setiap keluarga berbeda. Kalau anak sering perlu ke toilet atau mudah gelisah karena harus duduk lama, kursi dekat lorong bisa terasa lebih praktis bagi orang tua.

Yang sebaiknya dihindari adalah exit row karena penumpang di baris tersebut memiliki tanggung jawab khusus saat keadaan darurat dan anak kecil tidak boleh ditempatkan di sana.

Bawa Tas Kecil Khusus Balita

Jangan mengandalkan koper kabin untuk semua kebutuhan anak.

Siapkan satu tas kecil yang bisa langsung dijangkau berisi:

  • baju ganti
  • popok dan tisu jika masih diperlukan
  • makanan ringan
  • botol minum
  • mainan kecil
  • obat yang memang biasa digunakan anak
  • kantong untuk pakaian atau popok kotor
  • dokumen penting

Pakaian juga sebaiknya berlapis karena suhu kabin dan kondisi saat menunggu penerbangan bisa berubah. Membawa satu atau dua set pakaian cadangan juga disarankan untuk mengantisipasi tumpahan makanan atau kejadian tak terduga.

Jangan Takut Meminta Bantuan

Membawa balita naik pesawat bukan berarti semua hal harus dikerjakan sendiri.

Kalau ada connecting flight, tanyakan kepada maskapai mengenai bantuan yang tersedia. Saat boarding, manfaatkan kesempatan yang diberikan kepada keluarga dengan anak kecil untuk masuk lebih awal jika memang dibutuhkan, terutama bila membawa car seat yang harus dipasang di kursi pesawat.

Dan kalau anak menangis selama penerbangan, itu bukan berarti perjalanan gagal.

Balita belum bisa memahami bahwa penumpang lain sedang ingin tidur atau bahwa suara mesin pesawat cukup keras. Fokus utama orang tua adalah memastikan anak aman, nyaman, dan kebutuhannya terpenuhi.

Penerbangan Pertama Nggak Harus Sempurna

Pengalaman naik pesawat pertama kali bersama balita mungkin tidak akan berjalan persis seperti rencana.

Anak bisa tidur sepanjang penerbangan, bisa juga menangis ketika pesawat turun. Bisa anteng saat imigrasi, lalu tiba-tiba rewel ketika boarding. Itu semua bagian dari perjalanan.

Yang bisa dilakukan orang tua adalah mengurangi kejutan: dokumen sudah siap, kebutuhan anak mudah dijangkau, kursi dipilih dengan pertimbangan, dan strategi untuk telinga sudah disiapkan sejak sebelum take-off.

Dengan begitu, perjalanan pertama naik pesawat bukan cuma menjadi pengalaman baru bagi anak, tetapi juga menjadi pengalaman belajar bagi orang tua.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS