Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Pernah membandingkan dua tiket pesawat dengan rute yang sama, tetapi harganya bisa berbeda cukup jauh?
Salah satunya mungkin menawarkan makanan, bagasi, hiburan, hingga berbagai pilihan kelas penerbangan. Sementara yang lain menawarkan harga tiket lebih murah, tetapi beberapa fasilitas harus dibayar secara terpisah.
Perbedaan tersebut bukan sekadar soal maskapai mahal dan murah. Di baliknya ada model bisnis yang berbeda, yaitu full-service carrier dan low-cost carrier atau LCC.
Full-service carrier adalah maskapai yang menawarkan berbagai layanan dalam satu produk penerbangan.
Maskapai jenis ini biasanya memiliki beberapa kelas kabin, pilihan layanan yang lebih lengkap, program frequent flyer, serta jaringan penerbangan yang luas. Mereka juga sering menggunakan sistem hub, yaitu menjadikan bandara tertentu sebagai pusat untuk menghubungkan banyak rute.
Karena layanan yang diberikan lebih banyak, harga tiketnya tidak hanya membayar tempat duduk di pesawat.
Penumpang bisa mendapatkan berbagai fasilitas sesuai jenis tiket dan kelas penerbangannya. Pada penerbangan tertentu, misalnya, makanan, bagasi tercatat, pilihan kursi, dan layanan lainnya sudah termasuk dalam paket tiket.
Namun, bukan berarti semua full-service carrier memberikan fasilitas yang persis sama. Setiap maskapai memiliki aturan dan paket layanan masing-masing.
Berbeda dengan full-service carrier, low-cost carrier atau LCC berfokus pada efisiensi biaya agar bisa menawarkan tarif dasar yang lebih rendah.
Model ini berkembang dengan mengurangi atau menyederhanakan berbagai biaya operasional dan layanan. Fasilitas tertentu kemudian bisa ditawarkan sebagai layanan tambahan atau ancillary services.
Contohnya adalah bagasi, makanan di pesawat, pemilihan kursi, atau ruang kaki tambahan yang dapat dikenakan biaya berbeda dari tarif dasar.
Jadi, ketika melihat tiket LCC yang murah, jangan langsung menganggap seluruh kebutuhan perjalanan sudah termasuk di dalam harga tersebut.
Harga yang terlihat di awal biasanya merupakan base fare, sedangkan kebutuhan tambahan bisa membuat harga akhirnya berbeda.
Jawabannya sederhana: setiap penumpang punya kebutuhan dan budget yang berbeda.
Ada wisatawan yang hanya ingin pergi dari satu kota ke kota lain dengan harga semurah mungkin. Mereka mungkin tidak keberatan membeli makanan sendiri atau hanya membawa sedikit barang.
Di sisi lain, ada penumpang yang lebih mengutamakan kenyamanan dan layanan. Mereka mungkin membutuhkan bagasi, makanan, pilihan kelas kabin, koneksi penerbangan, atau program loyalitas.
LCC mencoba menarik penumpang yang lebih sensitif terhadap harga. Sementara full-service carrier menawarkan produk yang lebih luas untuk penumpang dengan kebutuhan yang lebih beragam.
Menurut IATA, berkembangnya LCC ikut memperluas pasar penerbangan karena tarif yang lebih rendah membuat lebih banyak orang tertarik melakukan perjalanan udara.
Ini salah satu kesalahpahaman yang cukup sering muncul.
Low-cost carrier bukan berarti maskapai yang tidak aman atau tidak berkualitas. Istilah “low cost” lebih mengacu pada model bisnis dan struktur biaya, bukan standar keselamatan.
Yang berbeda terutama adalah bagaimana layanan penerbangan tersebut dikemas dan dijual kepada penumpang.
Kalau kamu hanya membutuhkan kursi untuk sampai ke destinasi dan tidak membawa banyak barang, LCC bisa menjadi pilihan yang masuk akal.
Sebaliknya, jika membutuhkan lebih banyak layanan dalam satu perjalanan, full-service carrier mungkin terasa lebih praktis.
Menariknya, perbedaan antara kedua model ini sekarang tidak selalu setegas dulu.
IATA mencatat bahwa beberapa LCC mulai menawarkan program loyalitas dan membidik penumpang bisnis. Di sisi lain, full-service carrier juga semakin banyak menggunakan biaya tambahan untuk layanan tertentu dan membuat pilihan produk yang lebih beragam.
Karena itu, sekarang muncul juga maskapai dengan model hybrid, yaitu menggabungkan beberapa karakteristik dari full-service dan low-cost carrier.
Artinya, jangan hanya melihat label maskapainya. Yang lebih penting adalah melihat apa saja yang sebenarnya termasuk dalam harga tiket.
Jawabannya tergantung kebutuhan perjalanan.
Kalau kamu sedang melakukan perjalanan singkat dan hanya membawa sedikit barang, LCC bisa menjadi pilihan menarik.
Misalnya untuk short getaway, kamu tidak membutuhkan banyak fasilitas dan ingin menekan biaya transportasi.
Sementara untuk penerbangan jarak jauh, perjalanan bisnis, atau perjalanan dengan banyak barang bawaan, full-service carrier bisa terasa lebih praktis karena lebih banyak kebutuhan sudah tersedia dalam satu perjalanan.
Sebelum membeli tiket, jangan hanya membandingkan harga yang muncul di halaman pertama.
Coba hitung harga akhirnya.
Tambahkan bagasi jika diperlukan, makanan, pilihan kursi, transportasi menuju bandara, hingga biaya lain yang mungkin muncul. Setelah itu baru bandingkan dengan tiket full-service.
Bisa saja tiket yang awalnya terlihat jauh lebih murah ternyata selisihnya tidak terlalu besar setelah semua kebutuhan ditambahkan.
Pada akhirnya, memilih maskapai bukan hanya soal mencari angka paling kecil.
Yang perlu dicari adalah harga yang paling sesuai dengan kebutuhan.
LCC memberikan pilihan bagi penumpang yang ingin membayar hanya untuk layanan yang mereka perlukan. Sementara full-service carrier menawarkan paket perjalanan yang lebih lengkap dengan jaringan dan layanan yang lebih luas.
Keduanya hadir karena kebutuhan penumpang memang berbeda.
Jadi, saat mencari tiket pesawat berikutnya, jangan hanya bertanya:
“Mana yang paling murah?”
Coba ubah pertanyaannya menjadi:
“Mana yang paling sesuai dengan perjalanan saya?”
Karena tiket yang paling murah belum tentu menjadi pilihan paling hemat, dan tiket yang lebih mahal juga belum tentu berarti lebih cocok.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments