Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

13

Sep

Money Management Liburan ke Inggris: Biar Nggak Boncos di Negeri Pound

Liburan ke Inggris terdengar menyenangkan, tapi ada satu hal yang sering bikin wisatawan harus berpikir dua kali: biaya perjalanan.

Mulai dari penginapan, transportasi, makan, tiket atraksi, sampai belanja oleh-oleh, semuanya perlu diperhitungkan. Apalagi Inggris menggunakan pound sterling atau GBP, sehingga pengeluaran kecil yang terlihat murah dalam pound bisa terasa cukup besar ketika dikonversikan ke rupiah.

Karena itu, sebelum berangkat, bukan cuma itinerary yang perlu disiapkan. Cara mengatur uang selama perjalanan juga penting.

Tentukan Budget Sebelum Berangkat

Langkah pertama adalah menentukan batas pengeluaran secara keseluruhan.

Jangan hanya menghitung tiket pesawat dan hotel. Buat perkiraan untuk beberapa kategori utama seperti:

  • Penginapan
  • Transportasi
  • Makan dan minum
  • Tiket tempat wisata
  • Belanja atau oleh-oleh
  • Internet dan kebutuhan kecil
  • Dana darurat

Dengan pembagian seperti ini, kamu bisa mengetahui bagian mana yang paling banyak menghabiskan budget.

Misalnya, kalau penginapan sudah mengambil porsi besar, kamu bisa menghemat dari makanan atau memilih aktivitas wisata yang gratis.

Jangan Menukar Semua Uang ke Pound Sekaligus

Membawa uang tunai dalam pound tetap berguna, tetapi bukan berarti seluruh budget perjalanan harus ditukar menjadi cash.

Di Inggris, kartu dan pembayaran digital cukup umum digunakan. Namun, beberapa toko kecil, pasar, atau kafe tertentu masih mungkin tidak menerima kartu atau menetapkan minimum transaksi.

Karena itu, strategi yang lebih aman adalah menggunakan kombinasi kartu dan uang tunai.

Bawa cash secukupnya untuk kebutuhan kecil, sementara sebagian besar dana tetap berada di rekening atau kartu yang bisa digunakan saat diperlukan.

Cara ini juga membuat kamu tidak terlalu khawatir jika kehilangan dompet atau uang tunai dalam jumlah besar.

Perhatikan Biaya Transaksi Kartu

Satu hal yang sering terlupakan ketika traveling ke luar negeri adalah biaya transaksi.

Kartu yang diterbitkan di Indonesia bisa mengenakan biaya tambahan untuk transaksi internasional atau konversi mata uang. Biaya ini mungkin terlihat kecil pada satu transaksi, tetapi kalau digunakan berkali-kali selama perjalanan, totalnya bisa terasa.

Sebelum berangkat, cek terlebih dahulu:

  • Biaya transaksi luar negeri
  • Biaya tarik tunai
  • Nilai tukar yang digunakan bank
  • Biaya konversi mata uang
  • Batas transaksi kartu

Jangan sampai baru mengetahui biayanya setelah kembali ke Indonesia.

Transportasi Bisa Jadi Pengeluaran Besar

Kalau tujuan utamanya London, transportasi perlu mendapat perhatian khusus.

Untuk perjalanan di jaringan transportasi London, wisatawan bisa menggunakan contactless atau Oyster untuk sistem pay as you go. TfL juga menerapkan daily dan weekly capping sehingga pengeluaran transportasi dapat dibatasi berdasarkan perjalanan yang dilakukan.

Tarif transportasi juga perlu diperhatikan karena biaya perjalanan bisa bertambah jika setiap hari berpindah dari satu kawasan ke kawasan lain.

Jadi, daripada membuat itinerary yang terlalu menyebar, coba susun destinasi berdasarkan area.

Hari ini misalnya fokus di Westminster dan sekitarnya. Hari berikutnya bisa berpindah ke kawasan lain.

Itinerary yang rapi bukan cuma menghemat waktu, tetapi juga bisa membantu mengontrol biaya transportasi.

Jangan Terjebak “Cuma £5”

Salah satu jebakan saat liburan adalah menganggap pengeluaran kecil tidak masalah.

“Cuma £5.”

“Cuma £8.”

“Cuma £10.”

Kalau dilakukan berkali-kali, jumlahnya bisa menjadi cukup besar.

Misalnya membeli kopi setiap pagi, snack saat perjalanan, makan siang di tempat wisata, lalu membeli dessert setelah makan malam. Masing-masing terlihat kecil, tetapi semuanya tetap masuk ke total pengeluaran.

Karena itu, daripada menghitung pengeluaran berdasarkan nominal kecil, lebih baik tentukan batas budget harian.

Misalnya, kamu menetapkan anggaran tertentu untuk makan dan aktivitas setiap hari. Kalau hari ini pengeluaran lebih besar, besok bisa dibuat sedikit lebih hemat.

Sisakan Budget untuk Wisata

Jangan sampai seluruh uang habis untuk kebutuhan dasar sehingga tidak punya ruang untuk menikmati destinasi.

Inggris punya banyak atraksi populer yang membutuhkan tiket masuk. Tetapi di sisi lain, ada juga banyak aktivitas yang bisa dilakukan tanpa biaya besar.

Di London, misalnya, wisatawan bisa berjalan-jalan di kawasan seperti Hyde Park, menikmati suasana sekitar River Thames, melihat beberapa landmark dari luar, atau menjelajahi kawasan kota dengan berjalan kaki.

Jadi, itinerary tidak harus berisi tempat wisata berbayar setiap hari.

Kombinasikan aktivitas berbayar dan gratis agar budget tetap seimbang.

Buat Dana Darurat Terpisah

Dana darurat sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam budget harian.

Pisahkan sejumlah uang yang hanya digunakan untuk kondisi tidak terduga, seperti kehilangan barang, perubahan perjalanan, kebutuhan medis, atau situasi lain yang membutuhkan biaya tambahan.

Pemerintah Inggris juga menyarankan wisatawan memastikan mereka memiliki akses terhadap dana yang cukup untuk biaya tak terduga selama perjalanan serta memiliki asuransi perjalanan yang memadai.

Jadi, kalau budget liburanmu sudah ditentukan, jangan habiskan seluruhnya untuk itinerary.

Sisakan ruang untuk hal-hal yang tidak bisa diprediksi.

Tetap Boleh Belanja, Asal Ada Batasnya

Pergi ke Inggris tentu rasanya kurang lengkap kalau tidak membawa pulang oleh-oleh.

Masalahnya, belanja bisa menjadi salah satu pengeluaran yang paling sulit dikontrol.

Daripada baru menentukan budget setelah melihat toko, tentukan dari awal berapa uang yang memang boleh digunakan untuk shopping.

Misalnya, pisahkan budget untuk oleh-oleh dari budget makan dan transportasi.

Kalau uang belanja sudah habis, berarti waktunya berhenti mencari barang.

Cara sederhana seperti ini bisa membantu menghindari situasi ketika uang untuk kebutuhan utama ikut terpakai karena terlalu banyak belanja.

Jangan Terlalu Fokus Mengubah Semua Harga ke Rupiah

Ketika berada di luar negeri, terlalu sering mengonversikan setiap harga ke rupiah juga bisa membuat perjalanan terasa berat.

Yang lebih penting adalah mengetahui batas pengeluaran dalam pound.

Misalnya, kamu sudah menentukan budget makan harian. Maka gunakan angka tersebut sebagai patokan selama berada di Inggris.

Dengan begitu, kamu tidak perlu setiap kali membeli makanan langsung menghitung berapa rupiahnya.

Money Management Bikin Liburan Lebih Tenang

Mengatur uang saat liburan bukan berarti harus mengurangi semua kesenangan.

Justru dengan memiliki budget yang jelas, kamu bisa tahu kapan harus berhemat dan kapan bisa lebih leluasa menikmati perjalanan.

Gunakan kombinasi kartu dan cash, cek biaya transaksi sebelum berangkat, atur pengeluaran transportasi, buat batas belanja, dan selalu sisakan dana darurat.

Yang paling penting, jangan membuat budget terlalu ketat sampai setiap pengeluaran kecil terasa seperti kesalahan.

Karena tujuan money management saat traveling bukan membuat liburan menjadi serba terbatas.

Tujuannya sederhana: supaya kamu bisa menikmati Inggris tanpa pulang membawa masalah keuangan.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS