Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Daya tarik utama paylater sebenarnya sederhana: mengubah waktu pembayaran.
Misalnya kamu menemukan tiket dan hotel dengan total Rp3 juta. Kalau harus membayar sekaligus, jumlah tersebut mungkin terasa cukup besar.
Dengan paylater, nominalnya bisa dibagi berdasarkan tenor yang tersedia.
Secara psikologis, membayar beberapa ratus ribu per bulan memang terasa lebih ringan daripada mengeluarkan Rp3 juta sekaligus.
Namun, jangan sampai “cicilan per bulan” membuat kita lupa melihat total uang yang sebenarnya akan dibayarkan.
Sebab, tergantung layanan dan produknya, transaksi paylater dapat melibatkan bunga, biaya layanan, atau biaya lainnya.
Jadi sebelum checkout, jangan cuma bertanya:
“Cicilannya berapa?”
Tapi juga:
“Total akhirnya jadi berapa?”
Inilah bagian yang sering luput dari perencanaan.
Bayangkan kamu pergi traveling selama tiga hari. Hari pertama check-in hotel, hari kedua jalan-jalan, hari ketiga pulang.
Trip selesai.
Foto sudah di-upload. Story sudah hilang setelah 24 jam. Oleh-oleh sudah dibagikan.
Tapi tagihannya?
Masih jalan.
Artinya, penghasilan yang kamu terima setelah liburan masih harus dialokasikan untuk membayar sesuatu yang sebenarnya sudah kamu nikmati sebelumnya.
Ini bukan berarti semua penggunaan paylater otomatis buruk. Masalahnya muncul ketika cicilan tersebut mulai mengganggu kebutuhan rutin setelah liburan.
Kesalahan paling umum saat menggunakan paylater adalah menganggap limit sebagai tambahan budget.
Padahal bukan.
Kalau kamu mendapatkan limit Rp5 juta, bukan berarti kamu punya tambahan uang Rp5 juta untuk traveling.
Itu adalah kemampuan untuk melakukan transaksi dengan kewajiban pembayaran di kemudian hari.
Bedanya memang terlihat kecil, tapi dampaknya besar.
Ketika traveler mulai berpikir, “Kan masih ada limit,” pengeluaran bisa dengan mudah melewati kemampuan finansial sebenarnya.
Tiket ditambah hotel.
Hotel ditambah rental kendaraan.
Rental ditambah kuliner.
Lalu oleh-oleh.
Tiba-tiba satu perjalanan menghasilkan beberapa transaksi yang semuanya harus dibayar setelah pulang.
Paylater bisa saja menjadi alat pembayaran yang masuk akal apabila kamu memang sudah punya sumber dana yang jelas untuk membayarnya.
Misalnya, kamu memiliki pemasukan rutin dan sudah memperhitungkan cicilan tersebut ke dalam anggaran bulanan.
Dalam kondisi seperti ini, paylater lebih berfungsi sebagai alat untuk mengatur cash flow, bukan sebagai cara memaksakan liburan yang sebenarnya belum mampu dibayar.
Yang penting, jangan menggunakan paylater hanya karena:
“Sayang promonya.”
“Takut harga tiket naik.”
“Teman-teman sudah berangkat.”
“Atau mumpung masih ada limit.”
Kalau alasan utamanya seperti itu, keputusan finansial mulai didorong oleh FOMO, bukan kebutuhan.
Ada beberapa kondisi ketika menunda liburan justru menjadi pilihan yang lebih sehat.
Salah satunya ketika kamu harus menggunakan paylater karena uang untuk liburannya memang belum ada sama sekali.
Kalau pemasukan berikutnya juga belum jelas, risiko menjadi lebih besar.
Begitu juga kalau kamu sudah memiliki banyak cicilan lain.
Coba bayangkan setelah pulang traveling, kamu harus membayar cicilan gadget, kendaraan, kartu kredit, dan sekarang cicilan liburan.
Satu per satu memang terlihat kecil.
Tapi ketika dikumpulkan, jumlahnya bisa menggerus ruang finansial setiap bulan.
Budget traveling juga sering salah sejak awal karena traveler hanya menghitung biaya utama.
Misalnya tiket Rp1,5 juta dan hotel Rp1 juta.
Kelihatannya perjalanan Rp2,5 juta.
Padahal masih ada makan, transportasi lokal, tiket tempat wisata, parkir, bagasi, oleh-oleh, sampai pengeluaran tidak terduga.
Belum lagi biaya menuju bandara atau stasiun.
Karena itu, sebelum memutuskan menggunakan paylater, hitung total biaya perjalanan, bukan hanya transaksi yang bisa dicicil.
Lebih penting lagi, sisakan dana cadangan.
Jangan sampai seluruh uang tunai habis untuk berangkat, kemudian kebutuhan selama perjalanan justru kembali dibayar menggunakan paylater.
Ada perbedaan sederhana antara menabung dan paylater.
Menabung berarti kamu mengumpulkan uang terlebih dahulu, kemudian menggunakan uang tersebut untuk liburan.
Paylater bekerja sebaliknya: kamu menikmati perjalanan sekarang, lalu membayar kewajibannya setelah perjalanan selesai.
Keduanya punya konsekuensi.
Menabung membutuhkan kesabaran karena kamu mungkin harus menunda perjalanan.
Paylater memberikan kesempatan untuk berangkat lebih cepat, tetapi membuat sebagian pemasukan di masa depan sudah memiliki kewajiban.
Jadi sebenarnya bukan sekadar soal “mana yang lebih murah?”
Tapi juga:
“Apakah saya lebih membutuhkan perjalanan ini sekarang daripada fleksibilitas keuangan saya beberapa bulan ke depan?”
Ada satu cara sederhana untuk melihat apakah sebuah perjalanan sudah terlalu berat secara finansial.
Coba bayangkan kamu pulang dari liburan hari ini.
Kemudian lihat kondisi keuanganmu satu bulan ke depan.
Apakah cicilan masih terasa aman?
Bagaimana kalau ada kebutuhan mendadak?
Bagaimana kalau pemasukan berkurang?
Bagaimana kalau ternyata ada pengeluaran lain yang tidak direncanakan?
Kalau semua skenario tersebut masih bisa ditangani, berarti keputusanmu sudah lebih terukur.
Tapi kalau sedikit saja ada gangguan langsung membuat pembayaran menjadi berat, mungkin perjalanan tersebut memang belum waktunya.
Jawabannya: bisa keduanya.
Paylater bisa membantu ketika digunakan secara terukur untuk mengatur pembayaran dan penggunanya memang memiliki kemampuan membayar.
Tapi paylater bisa menjadi jebakan ketika digunakan untuk membeli gaya hidup yang sebenarnya belum mampu dibiayai.
Karena pada akhirnya, paylater tidak membuat liburan menjadi lebih murah.
Ia hanya membuat pembayarannya datang belakangan.
Dan terkadang, “belakangan” itu datang ketika liburannya sudah lama selesai.
Jadi sebelum klik checkout, jangan cuma pikirkan destinasi mana yang mau dikunjungi.
Pikirkan juga:
“Setelah pulang, apakah saya masih bisa menikmati hidup tanpa pusing memikirkan tagihan?”
Karena liburan yang menyenangkan seharusnya meninggalkan kenangan.
Bukan cicilan yang terus mengingatkan kita bahwa liburan itu pernah terjadi.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments