Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra.
Pembangunan candi ini berlangsung sekitar 75 tahun dan diperkirakan selesai pada masa pemerintahan Samaratungga. Menariknya, Borobudur dibangun tanpa menggunakan semen atau perekat. Batu-batu andesit yang digunakan disusun dengan sistem penguncian yang sangat presisi.
Diperkirakan lebih dari dua juta balok batu digunakan untuk membangun candi megah ini.
Borobudur dibangun sebagai tempat ibadah umat Buddha sekaligus sarana ziarah.
Struktur candi terdiri dari sembilan tingkat yang melambangkan perjalanan manusia menuju pencerahan. Secara simbolis, Borobudur terbagi menjadi tiga bagian utama:
Semakin tinggi tingkat yang dicapai, semakin dekat manusia menuju kesempurnaan spiritual menurut ajaran Buddha.
Di bagian puncak terdapat stupa utama yang menjadi simbol pencapaian tertinggi dalam perjalanan spiritual.
Setelah Kerajaan Mataram Kuno mengalami kemunduran dan pusat pemerintahan berpindah ke Jawa Timur, Borobudur perlahan ditinggalkan.
Selama berabad-abad, candi ini tertutup abu vulkanik dan lebatnya hutan di sekitar kawasan tersebut. Banyak masyarakat pada masa itu bahkan tidak mengetahui keberadaan bangunan megah ini.
Borobudur baru kembali ditemukan pada tahun 1814 ketika Jawa berada di bawah pemerintahan Inggris.
Penemuan kembali Borobudur diprakarsai oleh Thomas Stamford Raffles, yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Jenderal Inggris di Jawa.
Raffles menerima laporan mengenai adanya bangunan kuno yang tertimbun di daerah Borobudur. Ia kemudian memerintahkan seorang insinyur Belanda bernama H.C. Cornelius untuk membersihkan area tersebut.
Setelah proses pembersihan berlangsung selama beberapa bulan, struktur candi mulai terlihat dan menarik perhatian dunia.
Seiring berjalannya waktu, kondisi Borobudur mengalami kerusakan akibat faktor usia, cuaca, dan aktivitas alam.
Pada tahun 1970-an, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan UNESCO untuk melakukan restorasi besar-besaran.
Proyek restorasi berlangsung selama hampir satu dekade dan berhasil menyelamatkan Borobudur dari ancaman kerusakan yang lebih parah.
Pada tahun 1991, Borobudur resmi ditetapkan sebagai Borobudur Temple oleh UNESCO.
Pengakuan ini menjadikan Borobudur sebagai salah satu situs budaya paling penting di dunia dan memperkuat posisinya sebagai ikon pariwisata Indonesia.
Saat ini, Borobudur menjadi salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia yang menarik jutaan wisatawan setiap tahun.
Selain menikmati keindahan arsitekturnya, pengunjung juga dapat mempelajari sejarah, budaya, dan filosofi yang terkandung dalam setiap relief dan bangunan candi.
Keindahan Borobudur saat matahari terbit juga menjadi daya tarik tersendiri bagi para traveler dari berbagai negara.
Mengunjungi Borobudur bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah panjang bangsa Indonesia.
Comments