Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

17

Apr

Emang IKEA di Indonesia Mirip 100% dengan yang di Swedia?

Banyak yang bilang kalau IKEA di Indonesia itu “rasa luar negeri”. Tapi pertanyaannya, apakah benar-benar sama persis dengan yang ada di Swedia?

Jawabannya: nggak 100%, tapi cukup dekat untuk bikin 7summits Travelers ngerasa lagi “jalan-jalan ke Eropa” tanpa harus naik pesawat.

Secara Konsep, Iya—Ini DNA yang Sama

Kalau ngomongin konsep, IKEA itu punya standar global. Mulai dari layout satu arah, showroom yang dibuat seperti rumah asli, sampai pengalaman “jalan dari awal sampai akhir” itu semuanya sama.

Di Indonesia, 7summits Travelers tetap akan ngerasain:

  • Alur toko yang mengarahkan perjalanan
  • Display ruangan yang relatable
  • Experience seolah masuk ke rumah orang

Ini bukan kebetulan, tapi strategi brand. IKEA jual “gaya hidup”, bukan sekadar furniture.

Tapi Ada Penyesuaian Lokal

Nah, di sinilah mulai beda. IKEA di Indonesia nggak copy-paste mentah dari Swedia.

Beberapa penyesuaian yang cukup terasa:

  • Ukuran ruang lebih compact, karena disesuaikan dengan gaya hidup urban Indonesia
  • Produk tertentu lebih affordable dan relevan dengan daya beli lokal
  • Restoran IKEA di Indonesia menyesuaikan menu (termasuk opsi halal)
  • Behavior pengunjung juga beda, lebih ramai dan sering dijadikan tempat hangout

Jadi walaupun konsepnya global, experience-nya tetap punya “rasa lokal”.

Vibe dan Experience: Mirip Tapi Nggak Identik

Kalau dibandingin langsung, IKEA di Swedia cenderung lebih tenang dan minimalis secara suasana. Sementara di Indonesia, IKEA sering jadi destinasi rekreasi.

Artinya, fungsi tempatnya sedikit bergeser:

  • Di Swedia: lebih ke kebutuhan belanja
  • Di Indonesia: kombinasi belanja + leisure + konten

Ini menarik dari perspektif pariwisata. IKEA di Indonesia secara nggak langsung berubah jadi “urban tourism spot”.

Insight: Kenapa Ini Penting?

Fenomena ini nunjukin satu hal penting: brand global yang sukses itu bukan yang paling konsisten, tapi yang paling adaptif.

IKEA tetap menjaga identitasnya, tapi cukup fleksibel untuk masuk ke budaya lokal.

Buat 7summits Travelers yang main di dunia travel atau konten, ini bisa jadi pelajaran:

  • Experience itu harus relatable
  • Adaptasi lebih penting daripada sekadar standarisasi
  • Tempat biasa bisa jadi destinasi kalau dikemas dengan benar


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954  

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS