Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Sleep tourism hadir sebagai “counter culture” dari gaya liburan lama.
Kalau dulu:
Sekarang justru kebalik:
Buat banyak orang, ini bukan malas—ini bentuk baru dari self-care.
Sleep tourism adalah konsep liburan di mana tujuan utamanya adalah mendapatkan tidur yang berkualitas.
Beberapa hotel bahkan sudah serius menggarap ini dengan menyediakan:
Bahkan ada hotel yang menawarkan paket “sleep retreat”—fokus penuh ke pemulihan fisik dan mental.
Ada beberapa faktor yang bikin sleep tourism makin relevan:
1. Burnout jadi realita banyak orang
Kerja, gadget, notifikasi—semuanya bikin kualitas tidur menurun. Liburan jadi momen untuk “reset”.
2. Wellness jadi prioritas baru
Travel bukan lagi sekadar senang-senang, tapi juga soal kesehatan.
3. Experience lebih penting dari destinasi
Orang gak lagi ngejar “kemana”, tapi “dapet apa dari perjalanan itu”.
Di sinilah pergeseran besar terjadi.
Hotel sekarang mulai sadar:
Tapi justru jadi produk utama.
Beberapa bahkan mem-branding diri sebagai “sleep-focused hotel”, bukan sekadar tempat menginap.
Sleep tourism ngasih sinyal yang cukup jelas:
Orang gak selalu butuh destinasi baru, tapi butuh kondisi yang bikin mereka merasa lebih baik.
Ini penting banget, terutama untuk market Indonesia:
Artinya, peluangnya besar.
Kalau dilihat, Indonesia sebenarnya punya modal kuat:
Tinggal dikemas jadi:
Bukan cuma jual view, tapi jual kualitas tidur.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments