Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Puasa di Indonesia rata-rata 13 jam. Terasa panjang, tapi masih relatif stabil sepanjang tahun. Nah, bayangkan kalau kamu harus berpuasa 18–20 jam saat sedang traveling di luar negeri.
Terdengar ekstrem? Di beberapa negara dengan letak geografis jauh dari garis khatulistiwa, durasi puasa memang bisa jauh lebih panjang. Dan ini penting diketahui sebelum kamu merencanakan Ramadhan trip.
Saat Ramadhan jatuh di musim panas, waktu siang di Iceland bisa sangat panjang. Matahari terbenam larut malam, bahkan mendekati tengah malam.
Artinya, durasi puasa bisa menyentuh 19–20 jam. Untuk traveler, ini jelas bukan kondisi biasa. Energi harus benar-benar dikelola, apalagi kalau itinerary padat dengan aktivitas outdoor seperti road trip atau eksplor alam.
Di wilayah utara Norway dan Sweden, saat musim panas ada fenomena midnight sun, di mana matahari hampir tidak benar-benar “gelap”.
Durasi puasa bisa sangat panjang, tergantung kota yang dikunjungi. Beberapa ulama setempat biasanya menyarankan mengikuti waktu kota terdekat yang lebih moderat atau waktu Makkah, tapi praktiknya tetap perlu persiapan matang.
Travel di kawasan ini saat Ramadhan bukan mustahil, tapi jelas butuh strategi.
Finland juga mengalami durasi siang yang panjang di musim panas. Jika Ramadhan bertepatan dengan periode tersebut, puasa bisa mendekati 19 jam.
Kalau itinerary kamu penuh aktivitas alam seperti hiking atau lake exploration, penting banget mengatur ritme perjalanan.
Di destinasi seperti ini, salah timing bisa bikin tubuh drop.
Gimana traveler? Siap nyobain ramadhan di bagian belahan dunia lain?
Comments