Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

30

Jan

Kadal Raksasa yang Kembali Menguasai Bangkok


Di tengah hiruk-pikuk Bangkok yang tak pernah benar-benar tidur, ada pemandangan tak terduga yang kini menjadi bagian dari lanskap kota. Saat pagi belum sepenuhnya terbangun, kanal-kanal di sekitar Lumphini Park tampak tenang. Airnya nyaris tak beriak, hingga perlahan moncong bersisik muncul ke permukaan. Dari balik bayangan pepohonan dan gedung pencakar langit, biawak air Asia kembali menunjukkan keberadaannya.


Bagi 7summits travelers yang mengira Bangkok hanya soal kuil emas, street food, dan pusat perbelanjaan, kehadiran reptil raksasa ini menawarkan sudut pandang baru tentang kota yang terus berubah. Satwa yang dulu terpinggirkan kini justru hidup berdampingan dengan salah satu kota paling ramai di dunia.


Biawak Air Asia dan Adaptasi di Jantung Kota

Biawak air Asia merupakan kadal terbesar kedua di dunia setelah komodo. Panjangnya bisa mencapai lebih dari dua meter, dengan tubuh kokoh dan ekor panjang yang kuat. Dahulu, hewan ini banyak ditemukan di daerah rawa, sungai, dan pinggiran kota. Namun seiring ekspansi urban, mereka sempat tersingkir dari ruang hidup alaminya.


Kini, taman kota dan kanal Bangkok menjadi habitat baru yang tak terduga. Lumphini Park, dengan danau buatan dan jalur hijau yang luas, menyediakan kondisi ideal: air, makanan, dan ruang berlindung. Keberadaan biawak ini menunjukkan kemampuan adaptasi satwa liar terhadap lingkungan urban, bahkan di kota dengan kepadatan ekstrem seperti Bangkok.


Dari Ancaman Menjadi Daya Tarik Wisata Urban

Keberadaan biawak raksasa di ruang publik sempat memicu kekhawatiran. Namun seiring waktu, masyarakat dan pengelola kota mulai melihatnya sebagai bagian dari ekosistem. Biawak membantu mengontrol populasi hama dan bangkai, sekaligus menjadi indikator keseimbangan lingkungan perkotaan.

Bagi 7summits travelers, menyaksikan biawak air Asia berjemur di tepi danau dengan latar gedung tinggi adalah pengalaman yang unik. Ini bukan safari, bukan pula kebun binatang, melainkan pertemuan langsung antara alam liar dan kehidupan urban. Bangkok pun menunjukkan wajah lain: kota global yang masih memberi ruang bagi satwa untuk bertahan dan beradaptasi.


Kembalinya biawak air Asia ke jantung Bangkok bukan sekadar fenomena satwa liar, melainkan cerminan hubungan kompleks antara manusia dan alam di kota modern. Di antara lalu lintas padat dan gedung pencakar langit, reptil raksasa ini mengingatkan bahwa alam tidak sepenuhnya pergi—ia hanya menunggu ruang untuk kembali.


Bagi travelers yang mencari pengalaman berbeda, Bangkok menawarkan lebih dari destinasi populer. Di taman kota yang tenang, cerita tentang adaptasi, koeksistensi, dan kehidupan liar justru terasa paling nyata.


Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954 



Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS