Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

19

Nov

UN Tourism Dorong Desa Wisata Berkelanjutan Lewat Program Best Tourism Villages

Inisiatif Desa Wisata Berkelanjutan oleh UN Tourism: Harapan Baru untuk Pariwisata Pedesaan

Pariwisata pedesaan (desa wisata) kini semakin mendapat perhatian dari UN Tourism (Organisasi Pariwisata Dunia). Melalui program Best Tourism Villages, dunia pariwisata internasional mendorong desa-desa di berbagai negara untuk mengembangkan wisata yang tetap ramah lingkungan, menjaga budaya lokal, dan melibatkan masyarakat setempat secara aktif.

Apa Itu Program Best Tourism Villages?

Program ini diluncurkan oleh UN Tourism untuk menjadikan desa-desa sebagai pusat pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Desa yang ikut bukan semata-mata tempat wisata, tetapi komunitas yang punya kekayaan alam, warisan budaya, dan nilai sosial yang layak dilestarikan. UN Tourism menilai desa-desa berdasarkan beberapa aspek: sumber daya alam dan budaya, keberlanjutan ekonomi, sosial dan lingkungan, infrastruktur, serta tata kelola pariwisata. 

Dampak Positif bagi Komunitas Lokal

Dengan adanya inisiatif ini, desa wisata jadi lebih dari sekadar destinasi turis. Mereka mendapatkan pengakuan internasional sebagai “desa wisata terbaik” yang bisa membuka peluang baru:

  • Pemberdayaan ekonomi lokal: Wisatawan yang datang bisa membeli kerajinan lokal, mencicipi kuliner tradisional, menginap di homestay milik penduduk — semua ini memberikan pendapatan tambahan bagi warga desa.

  • Perlindungan budaya dan alam: Karena kriteria penilaian mencakup konservasi budaya dan alam, desa-desa yang ikut didorong untuk menjaga tradisi lokal dan lingkungan agar tetap lestari. 

  • Jaringan dan kolaborasi: Desa-desa terpilih bergabung dalam sebuah jaringan global (Best Tourism Villages Network) di mana mereka bisa berbagi praktik terbaik, saling belajar, dan mendapatkan dukungan dari UN Tourism dan mitra lainnya. 

Tantangan dan Cara Menghadapinya

Tentu tidak semua desa wisata bisa langsung memenuhi semua kriteria. Beberapa tantangan yang sering muncul:

  • Keterbatasan kapasitas lokal: Infrastruktur desa (misalnya jalan, sanitasi, koneksi internet) kadang kurang memadai untuk menampung wisatawan dalam jumlah besar.

  • Kebutuhan pelatihan: Warga lokal mungkin belum punya pengalaman dalam mengelola pariwisata agar tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan.

  • Pendanaan: Mengembangkan desa wisata secara berkelanjutan butuh investasi — entah untuk transporte lokal, fasilitas homestay, hingga program pemberdayaan masyarakat.

Untuk mengatasi ini, UN Tourism tidak hanya memberi pengakuan, tapi juga menyediakan program “Upgrade” (Upgrade Programme) bagi desa yang sudah mendaftar tapi belum memenuhi semua kriteria. Desa-desa ini mendapat bimbingan, pelatihan, dan dukungan agar bisa lebih siap dalam menjalankan pariwisata berkelanjutan.

Alat Bantu Digital: STAR

UN Tourism juga punya alat digital bernama STAR (“Self-assessment Tool to Assist Rural Destinations”). Dengan STAR, pemerintahan lokal desa bisa menilai seberapa maju pariwisata di desa mereka menurut aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Selain itu, alat ini memberi rekomendasi konkret agar desa bisa lebih berkembang dengan tetap menjaga keberlanjutan. 

Kisah Sukses

Sebagai contoh nyata, Peru menjadi salah satu negara pertama yang menggunakan versi STAR yang disesuaikan untuk membangun pariwisata pedesaan yang lebih inklusif. Dari sana, sejumlah desa di Peru telah terakui sebagai “Best Tourism Villages” dan ada juga yang mengikuti program upgrade untuk meningkatkan kapasitas mereka.
Selain itu, pada edisi 2024, UN Tourism mengumumkan 55 desa dari berbagai negara sebagai pemenang Best Tourism Villages, yang menunjukkan bahwa semakin banyak komunitas pedesaan melihat pariwisata sebagai jalan untuk pembangunan berkelanjutan.

Mengapa Inisiatif Ini Penting untuk Pariwisata Global

  1. Pariwisata yang inklusif: Desa wisata bukan hanya destinasi, tapi bagian dari komunitas yang mendapat keuntungan langsung dari kunjungan turis.

  2. Mencegah depopulasi pedesaan: Dengan pariwisata, penduduk desa mungkin lebih memilih tinggal dan mengembangkan kampung mereka ketimbang merantau ke kota.

  3. Konservasi sumber daya alam: Desa yang dihargai karena lingkungan dan budayanya punya insentif lebih besar untuk melindunginya.

  4. Kolaborasi global: Dengan jaringan Best Tourism Villages, desa-desa dari berbagai negara bisa saling belajar dan menularkan praktik terbaik.

Tips bagi Desa Wisata Lokal

Buat desa wisata lokal (misalnya di Indonesia) yang ingin mengadopsi inisiatif serupa, beberapa langkah yang bisa diambil:

  • Pelajari kriteria dari Best Tourism Villages dan gunakan STAR untuk menilai potensi desa.

  • Libatkan seluruh komunitas sejak awal agar semua warga punya peran dalam pariwisata.

  • Bangun kemitraan dengan pemerintah lokal, LSM, dan sektor swasta untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan.

  • Fokus pada pelestarian alam dan budaya sebagai daya tarik wisata — bukan hanya keuntungan langsung dari turis.

  • Rencanakan pengelolaan wisata jangka panjang, agar manfaat ekonomi desa tidak hanya sementara.


    Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS