Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Hai 7summits Travelers, sekarang pariwisata dunia punya pendorong baru yang sangat kuat: generasi Z dan milenial. Mereka tidak hanya menjadi wisatawan aktif, tetapi juga mengubah cara kita melihat traveling. Prefensi dan gaya perjalanan mereka membawa banyak dampak besar bagi industri pariwisata global.
Generasi Z (umumnya lahir setelah akhir 1990-an) dan milenial (lahir di akhir 1980-an sampai pertengahan 1990-an) punya karakteristik berbeda dengan generasi sebelumnya. Mereka tumbuh di era digital, sangat melek teknologi, dan punya akses informasi yang sangat cepat. Karena itu, cara mereka memilih destinasi, merencanakan perjalanan, dan menghabiskan waktu liburan sangat dipengaruhi oleh tren digital dan media sosial.
Untuk Gen Z dan milenial, liburan bukan cuma soal selfie di tempat wisata populer. Mereka lebih tertarik dengan pengalaman bermakna: wisata yang otentik, mendalam, dan sesuai minat pribadi. Mereka suka menjelajahi tempat lokal, mencoba kuliner khas, dan berinteraksi dengan komunitas lokal.
Mereka juga tertarik ke wisata petualangan, ekowisata, serta budaya. Bukan hanya destinasi mainstream, destinasi niche dan belum populer punya daya tarik kuat.
Generasi ini sangat fleksibel dalam merencanakan liburan. Banyak dari mereka memilih trip singkat, eksplor weekend, atau bahkan “workation” (bekerja sambil liburan). Karena mereka paham teknologi, mereka menggunakan aplikasi perjalanan, platform pemesanan online, dan media sosial untuk mencari ide dan rekomendasi trip.
Selain itu, konten digital menjadi senjata utama: vlog, TikTok, Reels Instagram, dan blog travel adalah media pilihannya. Karena itu, destinasi wisata dan penyedia layanan wisata harus menyesuaikan cara mereka berkomunikasi dengan audiens ini.
Gen Z dan milenial makin peduli soal dampak sosial dan lingkungan dari pariwisata. Mereka lebih suka destinasi yang ramah lingkungan, dukungan komunitas lokal, dan wisata yang punya nilai keberlanjutan. Tren pariwisata “slow travel” (melewati waktu lebih lama di satu tempat) juga makin populer karena sejalan dengan keinginan mereka untuk menciptakan pengalaman yang lebih bermakna dan minim jejak karbon.
Karena Gen Z dan milenial tumbuh sebagai grup wisatawan besar, pelaku pariwisata — mulai dari hotel, agen perjalanan, penyewaan alat wisata, hingga penyedia konten kreatif — harus menata ulang strategi.
Penyedia wisata bisa mulai menyusun paket yang lebih fleksibel, berbasis pengalaman, dan menekankan keberlanjutan. Di sisi lain, untuk kamu yang berkecimpung di konten kreatif (seperti 7summits CAMERA), ini adalah peluang besar: buat konten perjalanan yang lebih “hidup”, lokal, dan relatable sama audiens muda.
Tentu saja, ada tantangan. Pengalaman yang diinginkan Gen Z dan milenial bisa jadi sulit di-paket-kan karena sifatnya unik dan sangat personal. Biaya juga bisa lebih tinggi jika mengedepankan keberlanjutan.
Namun, peluangnya jauh lebih besar. Dengan pendekatan yang tepat — kolaborasi dengan komunitas lokal, teknologi digital, dan branding wisata yang “kisah pengalaman” — pelaku pariwisata bisa menangkap pasar ini dengan sangat efektif.
Gen Z dan milenial bukan hanya wisatawan masa kini, tetapi penggerak masa depan pariwisata global. Mereka mendorong tren perjalanan yang lebih otentik, fleksibel, dan sadar lingkungan. Untuk para 7summits Travelers, memahami profil dan preferensi mereka sangat penting: baik untuk menciptakan konten, mengembangkan layanan wisata, maupun menjalin kolaborasi yang relevan di industri pariwisata.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments