Newsletter
Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS
+6281-1227-7954
klien7summitstravel@gmail.com
Kalau biasanya Bandung identik dengan kafe estetik dan wisata alam, kali ini 7summits Travelers wajib tahu satu tradisi budaya yang unik banget: Nyawang Bulan. Acara ini bukan sekadar festival, tapi momen penuh makna di mana masyarakat Sunda merayakan bulan purnama dengan seni, kuliner, dan kebersamaan di tengah alam Desa Girimekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung.
“Nyawang” berarti menatap atau mengamati, dan “Bulan” ya, sang rembulan yang bersinar terang di langit malam. Nama itu sendiri udah menggambarkan esensi acara ini: menatap bulan penuh sambil mensyukuri alam dan kehidupan.
Tradisi Nyawang Bulan diadakan di Kasepuhan Bunisari, sebuah kawasan yang masih memegang kuat nilai-nilai budaya Sunda. Setiap malam bulan purnama, suasana di sini berubah jadi hidup. Lentera-lentera bambu menerangi jalan, musik tradisional mengalun lembut, dan aroma jajanan khas Sunda memenuhi udara.
Selain jadi ajang hiburan, Nyawang Bulan punya nilai spiritual yang dalam — mengingatkan manusia untuk hidup selaras dengan alam, menjaga keseimbangan, dan bersyukur atas ciptaan Tuhan. Makanya, seluruh kegiatan di sini dilakukan tanpa plastik, tanpa kebisingan modern, dan penuh kesadaran akan kelestarian.
Buat 7summits Travelers yang datang ke sini, pengalaman yang bakal dirasakan bukan cuma nonton pertunjukan budaya, tapi ikut menyelami cara hidup masyarakat Sunda. Beberapa hal seru yang bisa dilakukan antara lain:
Menjelajahi Pasar Tradisional Purnama. Semua transaksi di sini pakai koin kayu yang bisa 7summits Travelers tukar di pintu masuk. Setiap jajanan tradisional seperti surabi, bandrek, hingga peuyeum dijual dengan koin, bukan uang tunai.
Menikmati Pertunjukan Seni Sunda. Ada tari jaipong, kecapi suling, pencak silat, hingga pantun pitutur dari sesepuh adat. Semua tampil bergantian di bawah cahaya rembulan.
Ikut Dalam Suasana Ramah Lingkungan. Nggak ada kemasan plastik di sini — makanan disajikan di daun pisang atau wadah bambu.
Merasakan Filosofi Alam. Nyawang Bulan mengajarkan bahwa kehidupan itu seimbang. Saat bulan penuh bersinar, manusia diingatkan untuk bersyukur dan berbuat baik.
Suasananya hangat tapi menenangkan, tradisional tapi terasa hidup. Setiap senyum warga dan alunan musiknya membuat 7summits Travelers serasa kembali ke masa di mana budaya jadi pusat kehidupan.
Datang di malam purnama. Acara ini cuma diadakan sekali tiap bulan, jadi pastikan tanggalnya sesuai kalender purnama.
Bawa jaket dan senter kecil. Suasananya alami banget, jadi beberapa area agak redup saat malam.
Siapkan uang tunai kecil untuk tukar koin kayu. Koin ini dipakai buat belanja di pasar malam budaya.
Jangan bawa plastik sekali pakai. Acaranya zero-plastic, jadi gunakan wadah tradisional atau bawa botol minum sendiri.
Datang sore biar bisa nikmati semuanya dari awal. Dari matahari tenggelam sampai bulan penuh naik ke langit, semua momennya indah.
Nyawang Bulan bukan cuma atraksi budaya, tapi juga perayaan kehidupan yang sederhana namun bermakna. Di bawah cahaya rembulan, 7summits Travelers bisa belajar banyak hal — tentang harmoni, syukur, dan keindahan budaya Sunda yang masih terjaga. Jadi, kalau lagi di Bandung pas malam purnama, sempatkan mampir ke Desa Girimekar. Karena di sana, bulan nggak cuma bersinar di langit, tapi juga di hati setiap pengunjungnya.
Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954
Comments