Whatsapp

+6281-1227-7954

klien7summitstravel@gmail.com

Blog Image

15

Sep

Dunia Semakin Panas! Dari AS Sampai Inggris, Demo Terus Berlanjut dengan Isu Beda-Beda

Aksi demo di berbagai negara seakan nggak ada habisnya. Minggu-minggu ini, protes besar terjadi di Amerika Serikat, Inggris, dan bahkan memicu ketegangan diplomatik antara Prancis dan AS. Ini menunjukkan kalau isu global sekarang sudah sangat sensitif dan bisa memicu pergerakan massa di mana-mana.

Amerika Dihantam Protes Anti-Imigrasi yang Meluas

Di Amerika Serikat, aksi protes yang awalnya cuma di Los Angeles, sekarang sudah menyebar ke berbagai kota besar seperti New York, Atlanta, dan Dallas. Para demonstran turun ke jalan untuk memprotes kebijakan imigrasi yang baru-baru ini diterapkan oleh pemerintah.

Aksi ini langsung memicu perdebatan panas. Para pendukung imigran bilang kalau kebijakan ini tidak adil dan melanggar hak asasi manusia. Di sisi lain, ada juga yang merasa terganggu karena demo ini menyebabkan kemacetan dan kekacauan. Pemerintah AS sendiri merespons dengan mengerahkan Garda Nasional untuk mengendalikan situasi.


Inggris Siap-siap Larang Kelompok Pro-Palestina, Massa Turun ke Jalan

Situasi di Inggris nggak kalah tegang. Pemerintah Inggris berencana melarang kelompok pro-Palestina bernama Palestine Action, dengan alasan tuduhan terorisme. Tentu saja, rencana ini langsung mendapat perlawanan dari masyarakat.

Ribuan orang langsung turun ke jalan di Trafalgar Square, London, untuk protes kebijakan ini. Mereka menganggap langkah pemerintah Inggris ini sebagai ancaman bagi kebebasan berpendapat. Banyak media internasional juga menyoroti aksi ini karena bisa memicu masalah hak asasi manusia.


Prancis Geram, Panggil Dubes AS Gara-Gara Tuduhan Antisemitisme

Di Prancis, masalah demo malah jadi urusan diplomatik. Pemerintah Prancis memanggil Duta Besar AS, Charles Kushner, setelah ia menuduh Prancis kurang serius dalam memerangi antisemitisme (rasa benci terhadap Yahudi).

Tuduhan ini disampaikan Dubes AS lewat surat terbuka ke Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Tentu saja, pemerintah Prancis langsung geram dan menganggap tuduhan itu keliru dan keterlaluan. Insiden ini membuktikan kalau isu-isu sensitif bisa dengan mudah bikin hubungan antarnegara jadi tegang.

Ayo temuin paket paket-paket tour murah di 7summitstravel.com atau kamu bisa custom serta konsultasi gratis terkait tour kamu lewat whatsapp kami di nomor 0811-2277-954

Share This News

Comments

Newsletter

Put your email below to subscribe our latest PROMO & NEWS